Open Source
Adalah perangkat lunak yang dikembangkan secara bersama-sama menggunakan
kode program (source code) yang tersedia secara bebas serta dapat didistribusikan ke
pada siapapun secara bebas, dengan biaya yang murah.
Adapun yang dikatakan se
bagai software gratis yaitu software open source yang berbasis linux.De
ngan kata lain software ini dapat dikembangkan oleh setiap orang/komunitas sesuai de
ngan kebutuhan suatu aplikasi.Open source ini bersifat legal artinya software ini telah
berlisensi seperti OS dan aplikasi windows.
Dan umumnya dikembangkan oleh instansi pemerintah, kalangan akademik.Google
adalah salah satunya contoh open source yang sudah banyak dikenal dalam menjelajah
internet. Namun OS dan aplikasi windows ini harganya cukup mahal.Dan biasanya sudah
tersedia pada komputer
branded(didalamnya telah terinstall sofware yang legal),Seperti merek-merek ternama
IBM,HP,DELL,COMPAQ,TOSHIBA,dll diban
dingkan dengan pembelian komputer rakitan yang banyak diminati rakyat indonesia pada umumnya, Karena mereka bisa mendapatkan komputer dengan harga yang cukup murah,
dan sudah dapat diopersikan dengan menggunakan software-software illegal tersebut.
Sebenarnya dimata hukum ini menyalahi peraturan perundang-undangan tentang hak cipta. Sebab penggunaan sofware illegal adalah pembajakan software yang dilarang negara.

Jadi dengan menggunakan open source kita dapat mengurangi pembajakan ter
sebut secara significant.Permasalahannya sekarang bagaimana menerapkannya di
masyarakat tidak hanya pada pemerintahan.Karena kebanyakan rakyat Indonesia
belum terbiasa menggunakannya dan belum siap untuk beralih dari windows ke
linux.Padahal open source kebanyakan berbasis linux. Lalu dibentuklah IGOS
(Indonesia Go Open Source) untuk mengatasinya melalui seminar-seminar,sosi
alisasi,pembagian CD linux secara gratis, serta pembagian produk lainnya.
Cepat atau lambat nantinya banyak yang akan beralih ke linux atau oS lainnya.

Keterangan gambar:
Logo ini menggambarkan IGOS yang adalah wadah pengembangan OS seperti
tunas dan daun yang terus berkembang dan mensosialisasikan penggunaan
Free/Open Source Software.
Daun berwarna hijau: Menggambarkan pertumbuhan,kesegaran,dan harapan.Karena hijau merupakan
warna dengan rentang terpanjang maka ada kesan nyaman,saat memandangnya.
Daun berwarna oranye/jingga: Orange menggambarkan kreatifitas dan penuh semangat,keceriaan,Jadi de
ngan logo ini diharapkan dapat menumbuhkan kreativitas tanpa batas,men
cerdaskan kehidupan bangsa,menumbuhkan semangat kebersamaan dan gotong
royong serta berbagi pengetahuan melalui FOSS/OSS.
IGOS berwarna abu-abu tua untuk menambah kesan elegan serta memiliki
kekuatan penegasan.
Indonesia Go Open Source berwarna abu-abu muda sebagai slogan.
Software IGOS terdiri dari Operating System dan beberapa aplikasi baik
untuk perkantoran maupun untuk jelajah internet yaitu :
- Operating system : IGOS OS
- Office productivity : IGOS Office/star office (wordprocessing,spread
sheet dan powerpoint)
- Internet browser : firefox/mozilla browser
- Project : Project Manager
- Email Client : Evolution
- Instant Messaging Client : GAIM
- Desktop Environment : GNOME
- Application Platform : Java
- Browser : Mozilla
- Graphic Disain : GIMP 2.
Untuk mengintalasi software tersebut dibutuhkan konfigurasi hardware
minimal untuk instalasi IGOS sebagai berikut :
•
Prosesor Pentium 3 ke atas atau yang kompatibel
• RAM 128 MB dan selebihnya
• Harddisk minimal 4 GB bila termasuk semua aplikasi perkantoran,
internet, multimedia dan sebagainya
• Monitor
• Kartu VGA
• Keyboard dan mouse
Berikut ini merupakan jenis-jenis software legal:
1.
Propietary Software ? Microsoft Windows, Corel Draw, Adobe
Photoshop. 2. Open Source Software? Linux Ubuntu, Inkscape, Gimp
3.
Free Software ? Winamp, Yahoo! Messenger, AVG. *Propietary* - Lisensi berbayar
- Jumlah user terbatas sesuai lisensi
- Aplikasi tidak boleh digandakan
- Kode sumber program tertutup, tidak dapat diketahui
- Support ditangani oleh perusahaan pembuat
Kelemahan Proprietary Software - Harga lisensi mahal, bahkan terkadang dapat melampaui harga komputer
itu sendiri.
- Beda versi terkadang juga beda lisensi sehingga harus mengeluarkan
biaya lagi.
- Kode sumber program tertutup sehingga memungkinkan adanya trojan da
lam program.
- Tidak dapat dimodifikasi sesuai kebutuhan
- Jika pembuat software bangkrut, maka nasib layanan tidak jelas.
*Open Source Software* - Lisensi gratis, meskipun ada yang berbayar biasanya tidak semahal
Proprietary Software
- Jumlah user tak terbatas
- Aplikasi dapat digandakan
- Kode sumber program terbuka, isinya dapat dilihat, dipelajari,
dimodifikasi.
- Support ditangani oleh perusahaan atau komunitas
Kelemahan OSS - Kompabilitas hardware tidak terjamin (terutama pada sistem operasi)
- Interface terkadang tidak user friendly
- Masih terus dalam pengembangan dan penyempurnaan